Batang
(3/1/2026) — SDIT Harapan Bunda menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi
bencana gempa bumi sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah
terhadap potensi bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan SDIT Harapan
Bunda dan diikuti oleh seluruh warga sekolah meliputi siswa, guru, dan karyawan.
Edukasi
mitigasi bencana ini menghadirkan narasumber dari MDMC (Muhammadiyah Disaster
Management Center), di bawah arahan Omedy dan Khanif, yang memberikan pemahaman
penting terkait kebencanaan, khususnya gempa bumi.
Dalam
wawancaranya, Omedy menjelaskan bahwa mitigasi bencana adalah upaya untuk
mengurangi risiko terjadinya kerugian saat bencana terjadi. Ia menyampaikan
bahwa wilayah Bandar memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, angin
kencang, dan longsor. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran strategis dalam
menanamkan pemahaman mitigasi sejak dini.
“Cara
pihak sekolah mengenalkan mitigasi kepada anak-anak dimulai dari mengenalkan
apa itu bencana, risiko yang mungkin terjadi, serta pemahaman cara menyelamatkan
diri saat bencana terjadi. Selain itu, infrastruktur sekolah juga harus
mendukung agar tidak menambah faktor risiko kecelakaan,” jelas Omedy.
Lebih
lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan fasilitas sekolah,
seperti bangunan yang kuat, papan petunjuk jalur evakuasi, serta penentuan
titik kumpul sebagai langkah meminimalisasi risiko saat bencana terjadi.
Omedy
juga menyoroti peran penting kepala sekolah dan guru dalam mitigasi bencana.
Menurutnya, seluruh unsur sekolah harus terlibat dan memiliki peran yang jelas.
“Perlu dibuat rencana kontingensi atau semacam struktur organisasi, sehingga
ketika bencana terjadi sudah terpetakan tugas masing-masing dan tidak terjadi
tumpang tindih kewenangan,” tambahnya.
Sementara
itu, Khanif dari MDMC menyampaikan pesan khusus kepada para siswa agar selalu
waspada terhadap bencana. Ia menekankan pentingnya menguasai teknik
penyelamatan diri karena setiap jenis bencana memiliki cara penanganan yang
berbeda.
“Anak-anak harus terus belajar karena Indonesia adalah daerah rawan bencana,
termasuk di wilayah Batang yang rawan gempa bumi, angin, dan petir. Kita tidak
bisa menghindari bencana, tetapi kita bisa mengurangi risikonya dengan belajar
mitigasi bencana,” ujarnya.
Dari
sisi peserta didik, Arsa, siswa kelas 4 SDIT Harapan Bunda, mengaku senang
mengikuti kegiatan tersebut. “Tadi latihan mitigasi bencana gempa. Kalau ada
gempa kita harus melindungi kepala dan berlindung di bawah meja. Setelah gempa
berhenti, kita keluar mencari tempat terbuka atau titik kumpul. Belajar
mitigasi bencana itu asik dan menyenangkan, bisa dapat ilmu baru untuk
melindungi diri dan menolong orang lain,” tuturnya.
Melalui
kegiatan ini, pihak sekolah berharap seluruh warga SDIT Harapan Bunda memiliki
ketangguhan dalam merespons bencana. Guru diharapkan mampu berperan sebagai
relawan utama ketika bencana terjadi, mengingat waktu tanggap darurat atau golden
time sangat berharga dan berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa.
Dengan
adanya edukasi mitigasi bencana sejak usia dasar, SDIT Harapan Bunda
berkomitmen menjadi sekolah tangguh bencana yang diharapkan dapat menyebarkan
kepedulian dan kesadaran tangguh bencana hingga ke lingkungan keluarga dan
masyarakat sekitar.

0 komentar :
Posting Komentar