Jakarta (20/01) — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menandatangani Nota Kesepahaman di kantor Lemhannas RI, Selasa, (20/01).
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Ketua Umum JSIT Indonesia, Ahmad Fikri, dan Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily.
“Kami yakin bahwa JSIT memiliki potensi besar untuk menjadi warga negara yang baik dan kontributif serta menjadi warga global yang inklusif dan produktif,” ujar Fikri.
Tujuan JSIT, lanjutnya, selaras dengan 3 tujuan pendidikan yaitu mencapai tujuan pendidikan nasional, tujuan pendidikan global, dan tujuan pendidikan Islam, sehingga kami dapat mendidik generasi yang adil dan bermanfaat bagi bangsa.
“Dan dari ketiga tujuan tersebut, ada garis merah yang sama, yaitu wawasan dan komitmen kebangsaan,” ujar Ahmad Fikri, Ketua Umum JSIT Indonesia.
JSIT, imbuhnya, merasa bersyukur dan berterima kasih atas penandatanganan nota kesepahaman ini dengan Lemhannas RI.
“Kami berharap, wawasan kebangsaan dapat menjadi modal besar bagi para guru dalam mendidik jiwa nasionalis para siswa di sekolah Islam Terpadu,” tambahnya.
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen lemhanas dengan berbagai instansi dengan tujuan untuk mendukung tujuan nasional bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal dari komitmen kedua lembaga untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di Indonesia.
Sumber: https://jsit.website/2026/01/tandatangani-nota-kesepahaman-dengan-lemhannas-ri-jsit-indonesia-perkuat-komitmen-kebangsaan/

0 komentar :
Posting Komentar