Slider

Sample Text

Definition List

Download

Gambar template oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Berita

Kegiatan

Gallery

dakwatuna.com – Semarang.  Kekejaman Israel kepada Bangsa Palestina yang telah memakan banyak korban dan mengundang keprihatinan semua pihak tak terkecuali anak-anak. Kurang lebih 800 anak-anak yang merupakan siswa TKIT-SDIT Bina Amal Semarang, berkumpul melaksanakan aksi solidaritas Palestina di halaman Sekolah mereka (15/7/14).
Aksi Solidaritas ini diisi dengan acara orasi-orasi para murid dan pembacaan puisi yang di persembahkan kepada Palestina. Selain itu juga dilakukan penggalangan dana untuk Palestina yang di ikuti oleh anak-anak yang masih berusia belia tersebut. Kurang lebih terkumpul 20 Juta rupiah yang akan di salurkan untuk para korban di Palestina.
Najwa salah satu peserta aksi yang juga merupakan pembaca puisi dalam aksi ini mengatakan sedih dengan banyaknya korban anak-anak seusianya. “Saya sedih karena banyak teman-teman seusia kami yang harusnya sekolah justru jadi korban” Ungkapnya.
Guru Bina Amal Ibu Muntafingah mengaku bangga dengan aksi para siswa ini karena memiliki kepedulian terhadap lingkungan. kepedulian terhadap sesama memang di tanamkan di setiap siswa Bina Amal. “Alhamdulillah, anak-anak antusias dalam aksi ini, mereka peduli dengan keadaan di Palestina, ini bukti anak-anakpun juga memiliki kepedulian terhadap sesama” Ungkapnya.  (bina amal/sbb/dakwatuna)



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/07/15/54699/anak-anak-semarang-kumpulkan-20-juta-untuk-gaza/#ixzz37bxMOIx0 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Kunjungan Sosial


Kirap Budaya


Kemah siswa Sekolah Islam Terpadu


I Care Palestina


Lomba Khotbah


Metode pembelajaran di sekolah Islam Terpadu dinilai sesuai kurikulum 2013 sebab selain menilai aspek akademik, sekolah Islam terpadu juga menekankan pentingnya aspek sikap para siswa.

Dalam acara Milad ke 10 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), Sabtu (1/2), Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan kurikulum 2013 mereflesikan apa yang sudah dilakukan JSIT sebelumnya. Melalui JSIT Musliar  berharap kurikulum 2013 bisa lebih menggaung.

Kurikulum lama, lanjut Musliar, hanya sampai pada memberi pengetahuan, belum sampai pada pembekalan keterampilan dan sikap. Hanya dua mata pelajaran yang bisa membantu membangun sikap, PKN dan agama. Dalam kurikulum 2013, semua mata pelajaran harus bisa membangun sikap anak-anak.

Musliar mengungkapkan di kurikulun lama, 12 tahun anka-anak belajar menggambar. Tapi tak ada yang berhasil jadi seniman hebat dan berpenghasilan dari melukis kecuali setelah belajar di universitas, ikut dalam sanggar atau keluarganya pelukis. Bahkan pelajaran olahraga pun bisa digunakan untuk membangun sikap anak-anak.

Perubahan model kurikulum diakuinya harus didukung pemahaman yang baik oleh guru. ''Pada 2013 sudah dilakukan pelatihan terhadap 6.213 sekolah oleh pemerintah. Guru tidak membayar sama sekali dan buku panduan kurikulum 2013 pun disediakan,'' ungkap mantan Rektor Universitas Andalas Padang itu.

Begitupula dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang difasilitasi melalui sekolah inklusi. Akan ada panduan untuk mereka dengan tetap menggunakan model kurikulum 2013.

Kendati sempat dihujat pada masa awal pemberlakuannya, Musliar mengklaim sampai saat ini belum ada yang mengatakan kurikulum 2013 tidak bagus, kecuali orang-orang yang memang tidak senang.

''Kurikulum 2013 ingin menghasilkan generasi yang produktif, kreatif, afektif. Generasi ini harus memiliki tiga kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Ini tidak bisa terwujud tanpa penataan kurikulum,'' tutur Musliar.