Batang – SDIT Harapan Bunda menggelar kegiatan Bioskop Inspirasi dengan pemutaran film Hadiah Terindah (17/8/2026). Film tersebut mengangkat kisah sederhana tentang hubungan orang tua dan anak, namun mampu menghadirkan banyak refleksi mengenai pola asuh, komunikasi, serta makna hadiah yang sesungguhnya dalam keluarga.
Salah
satu wali murid, Ayah Edi,
mengaku banyak adegan dalam film yang sangat dekat dengan kehidupan
sehari-hari. Menurutnya, tantangan yang sering dihadapi orang tua saat ini
adalah penggunaan gawai pada anak. Ia juga menilai bahwa kesamaan pandangan
antara ayah dan bunda dalam mendidik anak sangat penting agar tidak terjadi
kebingungan pada anak.
“Kadang
ayah melarang anak menggunakan HP, tetapi bundanya justru memberikan.
Sinkronisasi antara kedua orang tua sangat penting, terutama dalam mengontrol
media yang dilihat anak karena sangat memengaruhi perkembangan mereka.”
Bagi
Ayah Edi, hadiah paling berharga dari seorang anak bukanlah benda atau materi,
melainkan akhlak yang baik.
"Saya
tidak berharap hadiah berupa barang. Yang paling membanggakan adalah anak yang
beradab, taat kepada agama, menghormati orang tua, dan mengikuti arahan yang
baik dari sekolah."
Film
tersebut juga mengingatkannya tentang pentingnya memberikan perhatian kepada
anak di tengah kesibukan. Ia mengaku beberapa adegan membuatnya sangat
tersentuh, terutama ketika orang tua lebih fokus pada telepon genggam daripada
memperhatikan anak.
"Film
ini sangat mengena. Saya sampai hampir menangis. Banyak momen ketika orang tua
lebih fokus pada HP daripada memperhatikan anak, bahkan saat anak ingin
berpamitan ke sekolah. Hal seperti itu sangat fatal dan menjadi pengingat bagi
kita semua."
Ia
juga berharap para orang tua lebih bijak dalam memberikan gawai kepada anak
serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas mereka sehari-hari.
Hal
senada disampaikan oleh Bunda Rumyanah.
Menurutnya, pesan utama yang ia bawa pulang dari film tersebut adalah
pentingnya membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta
menjadi teladan sebelum memberikan nasihat.
"Kita
perlu memperbaiki komunikasi dengan anak dan memberikan contoh, bukan hanya
menyuruh."
Ia
menambahkan bahwa dalam mendidik anak, orang tua perlu menunjukkan perilaku
yang ingin ditanamkan kepada anak sehingga mereka belajar melalui keteladanan.
Selain
itu, Bunda Rumyanah mengajak para orang tua untuk selalu berusaha memberikan
yang terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki. Ia juga menyampaikan pesan kepada
anak-anak bahwa setiap nasihat, bahkan ketika disampaikan dengan nada tegas,
lahir dari rasa sayang.
"Kalau
saya marah, sebenarnya niatnya bukan karena benci, tetapi ingin memberi tahu
dan membimbing agar anak menjadi pribadi yang lebih baik."
Tak hanya
orang tua, para siswa juga memperoleh pelajaran berharga dari film tersebut. Naura,
siswi kelas V, memaknai Hadiah Terindah sebagai usaha menjadi pribadi
terbaik agar orang tua merasa bahagia dan bangga.
"Hadiah
terindah itu ketika kita menjadi diri kita yang terbaik sehingga orang tua
senang."
Setelah
menyaksikan film tersebut, Naura bertekad untuk menjadi anak yang lebih patuh
dan terus berusaha memperbaiki diri.
"Saya ingin menjadi anak
yang lebih patuh lagi. Pelajaran yang saya ambil adalah kita harus menjadi
lebih baik supaya orang tua bangga."
Dalam
kesempatan tersebut, Kepala SDIT Harapan Bunda menyampaikan bahwa anak
merupakan anugerah sekaligus investasi akhirat yang paling berharga bagi setiap
orang tua.
"Anak-anak, terlebih anak-anak shalih dan shalihah, merupakan investasi akhirat terbesar bagi orang tua. Dari lisan-lisan mungil mereka akan terlantun doa-doa terbaik yang terus mengalir untuk kedua orang tuanya.”

0 komentar :
Posting Komentar