Guru SIT Usamah Ikuti Pelatihan Penulisan Best Practice, Bangun Budaya Menulis dan Berbagi Praktik Baik

TEGAL – Sebanyak 117 guru dari berbagai unit pendidikan di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Usamah mengikuti Pelatihan Penulisan Best Practice sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi pendidik. Kegiatan yang berlangsung di Aula SIT Usamah dan Gedung SDIT Usamah ini menjadi wadah bagi para guru untuk mengubah pengalaman terbaik di ruang kelas menjadi karya tulis yang inspiratif dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yaitu Sri Margiyanti, M.Pd. Pengawas TK Kec. Tegal Timur, Akhmad Maskur, M.Pd., dan Ahmad Rifai, M.Pd.I. keduanya Pengawad SD Kec. Tegal Timur. Melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga praktik menulis, para peserta dibimbing menyusun best practice yang tidak hanya memenuhi kaidah penulisan ilmiah, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi guru lainnya.

Peserta pelatihan terdiri atas 37 guru SDIT Usamah, 38 guru SMP IT Usamah dan 42 guru PAUD IT Usamah sehingga total sebanyak 117 guru mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Sejak sesi pembukaan hingga praktik penyusunan naskah, para peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan saling berbagi pengalaman mengajar yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai pendidik.

Dalam dunia pendidikan, pengalaman mengajar merupakan aset berharga yang sering kali hanya berhenti di ruang kelas. Melalui penulisan best practice, pengalaman tersebut dapat didokumentasikan secara sistematis sehingga dapat dipelajari, dikembangkan, bahkan direplikasi oleh guru lain.

Selain meningkatkan kompetensi profesional, penulisan best practice juga memberikan banyak manfaat bagi guru, di antaranya menjadi media refleksi terhadap proses pembelajaran, mendokumentasikan inovasi yang telah dilakukan di kelas, sekaligus menjadi sarana berbagi praktik baik yang dapat meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Ribathul Ukhuwah, Nurbaeti, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya pendidik.

"Kami mengadakan pelatihan ini dalam rangka upgrading guru, sehingga guru-guru mampu membuat praktik baik dan dapat saling menginspirasi guru di lingkungan SIT Usamah," paparnya.

Sementara itu, para narasumber juga mendorong peserta untuk mulai membiasakan diri menulis dari pengalaman sederhana yang mereka lakukan setiap hari di kelas. Menurut mereka, setiap guru memiliki cerita, tantangan, dan inovasi yang layak didokumentasikan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengembangan dunia pendidikan.

"Jangan biarkan praktik baik hanya berhenti di ruang kelas. Tuliskan, dokumentasikan, dan sebarkan agar menjadi inspirasi bagi guru lainnya. Dari sebuah tulisan, dampak pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak orang," tutur Sri Margiyanti, M.Pd.

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa menjadi seorang guru berarti tidak pernah berhenti belajar. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, guru dituntut tidak hanya mampu mengajar dengan baik, tetapi juga menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terus mengembangkan diri serta membagikan ilmu kepada sesama.

Melalui kegiatan ini, SIT Usamah berharap lahir semakin banyak karya best practice yang tidak hanya memperkaya portofolio profesional para guru, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan bermakna. Sebab sejatinya, setiap ruang kelas menyimpan kisah-kisah inspiratif yang layak dituliskan untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Share on Google Plus

About JSIT Jateng

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar